PERBEDAAN prosesor Intel Core dan Intel Xeon

Posted by TOPNET NGAWI Rabu, 15 Juli 2026 0 komentar




 Perbedaan utama prosesor Intel Core dan Intel Xeon terletak pada tujuan penggunaannya. Intel Core dirancang untuk komputer pribadi (desktop/laptop), sedangkan Intel Xeon dirancang khusus untuk server dan workstation yang membutuhkan keandalan tinggi.

AspekIntel CoreIntel Xeon
Target penggunaanPC, laptop, gaming, multimediaServer, workstation, pusat data
StabilitasBaik untuk penggunaan umumSangat tinggi, dirancang beroperasi 24/7
Dukungan RAM ECCUmumnya tidak mendukung (tergantung model)Mendukung RAM ECC untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan memori
Jumlah coreUmumnya lebih sedikitUmumnya lebih banyak, cocok untuk beban kerja paralel
Multi-socketTidak mendukungBanyak model mendukung penggunaan lebih dari satu CPU dalam satu server
Kapasitas RAMTerbatasMendukung kapasitas RAM yang jauh lebih besar
CacheLebih kecilCache lebih besar untuk meningkatkan performa server
Konsumsi dayaLebih hemat untuk penggunaan harianLebih tinggi, disesuaikan dengan beban kerja berat
HargaLebih terjangkauLebih mahal karena fitur enterprise

Mengapa server lebih banyak menggunakan Intel Xeon?

  1. Mendukung RAM ECC (Error-Correcting Code)
    RAM ECC dapat mendeteksi dan memperbaiki kesalahan data secara otomatis sehingga mengurangi risiko crash dan kerusakan data.
  2. Beroperasi 24 jam tanpa henti
    Xeon dirancang untuk bekerja terus-menerus dalam lingkungan server dengan tingkat keandalan yang tinggi.
  3. Jumlah inti (core) lebih banyak
    Hal ini memungkinkan server menangani banyak pengguna atau proses secara bersamaan, misalnya database, virtualisasi, dan web hosting.
  4. Kapasitas memori besar
    Xeon dapat menggunakan RAM hingga ratusan gigabyte bahkan beberapa terabyte (tergantung generasi dan platform), yang penting untuk aplikasi enterprise.
  5. Mendukung virtualisasi
    Sangat cocok untuk menjalankan banyak mesin virtual menggunakan platform seperti VMware, Hyper-V, atau Proxmox.

Kapan Intel Core cukup digunakan sebagai server?

Intel Core masih dapat digunakan jika server memiliki kebutuhan ringan, misalnya:

  • Server file untuk kantor kecil.
  • Web server dengan jumlah pengguna terbatas.
  • Server pembelajaran atau laboratorium.
  • NAS (Network Attached Storage) sederhana.
  • Server aplikasi skala kecil.

Kapan Intel Xeon lebih tepat?

Intel Xeon lebih sesuai untuk:

  • Database berskala besar.
  • Virtualisasi dengan banyak virtual machine.
  • Cloud server.
  • Web hosting dengan trafik tinggi.
  • Server email perusahaan.
  • Server ERP atau aplikasi bisnis kritis.
  • AI, komputasi ilmiah, dan workstation profesional.

Kesimpulan

  • Intel Core cocok untuk server berskala kecil dengan anggaran terbatas dan beban kerja yang tidak terlalu berat.
  • Intel Xeon merupakan pilihan yang lebih baik untuk server profesional karena menawarkan keandalan tinggi, dukungan RAM ECC, kapasitas memori besar, jumlah core yang lebih banyak, serta kemampuan beroperasi secara stabil selama 24 jam sehari.

Dengan demikian, untuk lingkungan perusahaan atau pusat data yang membutuhkan stabilitas dan ketersediaan tinggi, Intel Xeon umumnya menjadi pilihan utama dibandingkan Intel Core.


Baca Selengkapnya ....

APA OLT ITU

Posted by TOPNET NGAWI 0 komentar

 


OLT (Optical Line Terminal) adalah perangkat keras utama di pusat jaringan penyedia layanan internet (ISP). Berfungsi sebagai titik pusat dalam jaringan fiber optik berbasis PON (Passive Optical Network), OLT mengubah sinyal listrik menjadi sinyal optik (cahaya) dan mendistribusikan koneksi internet ke ratusan hingga ribuan pelanggan 

Berikut adalah komponen dan cara kerja OLT dalam jaringan telekomunikasi yang perlu Anda ketahui:
1. Fungsi Utama OLT
  • Manajemen Pelanggan: Mengontrol dan mengelola perangkat di sisi pelanggan (ONT/ONU).
  • Distribusi Sinyal: Mengirim dan menerima data, suara, dan IPTV dari pusat penyedia layanan ke rumah-rumah.
  • Alokasi Bandwidth: Mengatur kecepatan internet yang diterima oleh setiap pelanggan.
  • Konversi Sinyal: Mengubah data digital menjadi sinyal cahaya untuk dikirim melalui kabel fiber optik, dan sebaliknya.
2. Cara Kerja dalam Jaringan FTTH
OLT bekerja sama dengan komponen lain dalam jaringan fiber optik, seperti:
  • OLT: Berada di kantor pusat ISP dan menjadi sumber jaringan.
  • ODN (Optical Distribution Network): Jaringan kabel dan splitter pasif di jalan yang membagi satu jalur optik dari OLT untuk banyak pelanggan.
  • ONT / ONU: Perangkat penerima yang diletakkan di rumah atau kantor pelanggan. [1, 2, 3, 4, 5]
3. Jenis-Jenis OLT
Berdasarkan skala dan kapasitasnya, perangkat ini dibagi menjadi beberapa jenis:
  • OLT Sasis (Chassis OLT): OLT modular berukuran besar yang memiliki kapasitas sangat tinggi. Biasanya digunakan oleh perusahaan telekomunikasi besar untuk melayani ribuan pelanggan.
  • OLT Pizza Box / Rack-mount: OLT berukuran standar rak (1U) yang lebih ringkas.
  • OLT Compact atau Outdoor: OLT yang dirancang khusus untuk instalasi di luar ruangan (outdoor) pada area perumahan skala kecil



Baca Selengkapnya ....

ISTILAH DALAM JARINGAN

Posted by TOPNET NGAWI 0 komentar


 

Istilah Arti / Catatan Praktis

Access Point Mode/perangkat yang menyediakan jaringan Wi-Fi untuk client. Dipakai pada bab Wireless MikroTik.

Address List Daftar alamat IP yang dapat dipakai di rule firewall agar tidak menulis IP berulang.

Administrative Distance 

Nilai prioritas route. Semakin kecil nilainya, semakin diprioritaskan.Dipakai untuk failover.

ARP Mekanisme IPv4 untuk menemukan alamat MAC dari alamat IP di jaringan lokal.

ASN Autonomous System Number, nomor identitas jaringan dalam BGP. Contoh lab: 65001, 65002.

BGP Border Gateway Protocol, protokol routing antar-AS. Dipakai untuk simulasi Customer–ISP.

Bridge Switch virtual di RouterOS yang menggabungkan beberapa port dalam satu jaringan Layer 2. IP gateway dipasang di bridge, bukan port anggota.

Broadcast Address

Alamat terakhir dalam subnet IPv4. Tidak dipakai sebagai alamat

host biasa.

CHR Cloud Hosted Router, RouterOS untuk mesin virtual. Dipakai di VirtualBox dan GNS3.

CIDR Penulisan prefix jaringan, misalnya /24, /30, /32. Dasar membaca IP dan netmask.

Client Perangkat pengguna yang memakai layanan jaringan. Contoh: VPC GNS3 atau Ubuntu VM 

Connection State Status koneksi pada firewall. Contoh: established, related, invalid, new.

Connection Tracking

Mekanisme router melacak koneksi aktif. Penting untuk NAT dan firewall stateful. 

Cost Nilai biaya jalur pada OSPF. Jalur dengan cost lebih rendah biasanya dipilih.

Default Route Route untuk semua tujuan yang tidak punya route lebih spesifik. Ditulis sebagai 0.0.0.0/0

DHCP Client Fitur untuk menerima IP otomatis dari jaringan lain. Biasanya dipakai di interface WAN.

DHCP Lease Catatan client yang mendapat IP dari DHCP Server. Dicek dengan /ip dhcp-server lease print.

DHCP Server Layanan yang membagikan IP otomatis ke client. Dipakai untuk VPC dan Ubuntu Client.

DNS Sistem penerjemah nama domain menjadi alamat IP. Router bisa menjadi DNS cache untuk client.

DNS Cache Penyimpanan sementara hasil query DNS. Diaktifkan dengan allow-remote-requests=yes.



Baca Selengkapnya ....

CAKE di Mikrotik v7 dan Cara Penggunaannya,

Posted by TOPNET NGAWI Sabtu, 27 Juni 2026 0 komentar

 


CAKE di Mikrotik v7 dan Cara Penggunaannya, Solusi Cerdas Mengatasi Bufferbloat dan Stabilitas Jaringan

Dalam dunia jaringan modern, kestabilan koneksi internet sangat dipengaruhi oleh bagaimana router mengelola antrean data atau queue. Pada MikroTik RouterOS versi 7, hadir salah satu teknologi antrean termutakhir bernama CAKE (Common Applications Kept Enhanced). Fitur ini menjadi terobosan penting untuk mengatasi bufferbloat, meningkatkan pengalaman browsing, menstabilkan ping, serta mengoptimalkan distribusi bandwidth rumah maupun usaha kecil.

CAKE merupakan sistem queuing discipline berbasis Linux yang diintegrasikan langsung ke RouterOS v7. Ia dikembangkan sebagai penerus dari fq_codel, yang sebelumnya terkenal efektif menstabilkan latensi internet. Dengan CAKE, pengguna mendapatkan fitur lebih lengkap, performa lebih baik, serta konfigurasi yang jauh lebih sederhana.


Apa Itu CAKE?

CAKE adalah algoritma antrian cerdas yang bertugas mengatur aliran data secara lebih merata dan efisien. Beberapa keunggulan utama CAKE meliputi:


1. Anti Bufferbloat

Bufferbloat terjadi ketika router menyimpan terlalu banyak data dalam antrean sehingga menyebabkan ping dan latency melonjak. CAKE mengatasi ini dengan membatasi antrean berdasarkan kecepatan internet aktual, sehingga koneksi tetap responsif.


2. Fair-Queueing yang Lebih Adil

CAKE mampu membagi bandwidth secara adil antar perangkat dan jenis trafik. Hal ini sangat berguna di jaringan rumah yang banyak perangkat atau jaringan RT/RW Net.


3. Built-in DiffServ

Mendukung klasifikasi otomatis trafik penting seperti gaming, VoIP, streaming, dan browsing tanpa konfigurasi rumit.


4. NAT Aware

CAKE mampu mendeteksi IP asli pengguna meskipun router menggunakan NAT, sehingga distribusi bandwidth tetap sesuai.


5. Operational Simplicity

Berbeda dengan queue tree atau pcq yang cukup rumit, CAKE dapat berjalan hanya dengan beberapa baris konfigurasi.


Cara Kerja CAKE di MikroTik v7

Ketika CAKE diaktifkan, router akan:

  1. Mengukur kecepatan upload dan download sesuai nilai yang diatur.

  2. Menyebarkan bandwidth ke setiap koneksi aktif secara merata.

  3. Menganalisis jenis trafik tertentu untuk memberikan prioritas otomatis.

  4. Mengurangi antrean berlebih untuk menjaga ping tetap stabil.

  5. Mengidentifikasi perangkat berdasarkan IP asli meski menggunakan NAT.

Hasilnya adalah koneksi internet lebih mulus, ping game stabil, video call tidak tersendat, dan aktivitas download tidak mengganggu perangkat lain.


Cara Mengaktifkan CAKE di MikroTik v7

Ada dua metode: melalui Winbox (GUI) dan Terminal (CLI).


A. Mengaktifkan CAKE via Winbox

  1. Buka Queues → Queue Types

  2. Klik Add (+)

  3. Pilih CAKE sebagai tipe antrean

  4. Atur parameter:

    • Bandwidth Limit Upload (sesuaikan ISP, misal 20Mbps)

    • Bandwidth Limit Download (misal 100Mbps)

    • Cake Modediffserv4 atau diffserv3

    • Nat Aware: ON

    • Wash: Opsional

  5. Simpan.

    1. Masuk ke Queues → Simple Queues, tambahkan queue baru:

      • Target: 0.0.0.0/0 (atau per IP sesuai kebutuhan)

      • Queue Type: pilih CAKE untuk upload & download

    Setelah aktif, ping akan turun drastis dan koneksi terasa lebih ringan.




sumber : https://www.bodi.web.id/2025/11/cake-di-mikrotik-v7-dan-cara.html

Baca Selengkapnya ....

Pon Calculator

Posted by TOPNET NGAWI Jumat, 12 Juni 2026 0 komentar

 KAKULATOR UNTUK MENGHITUNG REDAMAN ODP : KLIK DISNI





Baca Selengkapnya ....

KUMPULAN LOGO

Posted by TOPNET NGAWI Rabu, 03 Juni 2026 0 komentar

Baca Selengkapnya ....

SETTING LB PCC

Posted by TOPNET NGAWI Senin, 11 Mei 2026 0 komentar

 Setting Load Balancing PCC



Tujuan Teknik ini

  - Mengelompokan traffic berdasarkan karakteristik koneksi yang spesipik

    untuk menjaga stabilitas jalur antara client dan server


Tahapan


1. Buat Address List untuk IP Local

     - tujuan untuk membedakan traffic Jaringan local dan traffic yang menuju ke internet


2. Bypass Semua koneksi yang keluar-masuk dari client dan ke ISP ISP

      General

        - chain : prerouting

      advanced

        - dst address list : client-ISP

      Action : Accept


3. Buat mangle Mark connection ISP 1 & ISP 2  

       General

          - chain : input

          - in interface : ether1

       Action

         Action : Mark connection

         New Mark Connection : koneksi ISP 1

         Passtrought : yes

----------------------------------------------------------

        General

          - chain : input

          - in interface : ether2

        Action

         Action : Mark connection

         New Mark Connection : koneksi ISP 2

         Passtrought : yes



4. Buat Mangle Untuk Output untuk ISP 1 & ISP 2

       General

          - Chain : Output

          - connection mark : koneksi ISP 1


        Action

          - Action : Mark Routing

          - New Routing Mark : Routing ke ISP 1

          - Pastrought : No

   -----------------------------------------------------------

       General

          - Chain : Output

          - connection mark : koneksi ISP 2


        Action

          - Action : Mark Routing

          - New Routing Mark : Routing ke ISP 2

          - Pastrought : No


           Passtrought=No artinya menghentikan paket agar tidak di proses oleh rule dibawahnya


5. Mangle PCC untuk ISP 1 & ISP 2

       General

          -Chain : Prerouting

       Advanced

           - Src Addres List : client ISP

           - dst addres List : !client ISP 

           - Perconnection classifire

               - Botaddress and port,   2 / 0   : 0 untuk ISP 1


       Extra

          - Dst Address Type

                - Address TYpe : Local, aktifkan invert


                  Fungsi rule ini agar load balancing berlaku untuk traffic yang menuju ke internet

                  dan memastikan agar traffic jaringan internal tidak ikut di proses oleh Load balancing


       Action 

           - Action : Mark connection

           - New Connection Mark : Koneksi ISP 1  (Pilih koneksi yang sudah dibuat)

           - Passtrought : yes

    -----------------------------------------------------------------------------

     General

          -Chain : Prerouting

       Advanced

           - Src Addres List : client ISP

           - dst addres List : !client ISP 

           - Perconnection classifire

               - Both address and port,   2 / 1   : 1 untuk ISP 2


       Extra

          - Dst Address Type

                - Address TYpe : Local, aktifkan invert


       Action 

           - Action : Mark connection

           - New Connection Mark : Koneksi ISP 2 (Pilih koneksi yang sudah dibuat)

           - Passtrought : yes



6. Mangle Routing untuk ISP 1 & ISP 2


      General

        - Chain : Prerouting

        - connection mark : oneksi ISP 1

      Advanced

           - Src Addres List : client ISP

           - dst addres List : !client ISP 

      

       Action 

           - Action : Mark routing

           - New Connection Mark : routing ke ISP 1 (Pilih routing yang sudah dibuat)

           - Passtrought : Yes


              

    ---------------------------------------------------------------------------------------

     

      General

        - Chain : Prerouting

        - connection mark : koneksi ISP 2

      Advanced

           - Src Addres List : client ISP

           - dst addres List : !client ISP 

      

       Action 

           - Action : Mark routing

           - New Connection Mark : routing ke ISP 2 (Pilih routing yang sudah dibuat)

           - Passtrought : Yes



7. Membuat Routing untuk ISP 1 & ISP 2

     - Routing ISP 1

         - Dst Address : 0.0.0.0/0

         - Gateway : 192.169.100.1 (IP Modem ISP 1)

         - Check Gateway : Ping

         - Distance : 1

         - Routing Mark : Route ISP 1


      - Routing ISP 2

         - Dst Address : 0.0.0.0/0

         - Gateway : 192.169.200.1 (IP Modem ISP 2)

         - Check Gateway : Ping

         - Distance : 1

         - Routing Mark : Route ISP 2




Kesimpulan


1. Konfigurasi Dasar Mikrotik

2. Buat Address List untuk IP Local

3. Bypass Semua koneksi yang keluar-masuk dari client dan ke ISP 

4. Buat mangle Mark connection ISP 1 & ISP 2  

5. Buat Mangle Untuk Output untuk ISP 1 & ISP 2

6. Mangle PCC untuk ISP 1 & ISP 2

7. Mangle Routing untuk ISP 1 & ISP 2

8. Membuat Routing untuk ISP 1 & ISP 2

9. Ujicoba Koneksi


Baca Selengkapnya ....
Buat Email | Copyright of TOPNET NGAWI.