PENGERING ALAMI

Posted by TOPNET NGAWI Kamis, 23 Juli 2026 0 komentar



Baca Selengkapnya ....

CAKE VS FQ Qodel pada mikrotik

Posted by TOPNET NGAWI 0 komentar

cake (Fair Queueing dengan Keunggulan Caching):

Dalam ilustrasi ini, cake digambarkan sebagai sistem antrian yang adil (Fair Queueing) yang memprioritaskan lalu lintas data. Bayangkan sebuah jalan raya dengan beberapa jalur. Setiap jalur mewakili jenis lalu lintas data yang berbeda, seperti streaming video, browsing web, atau transfer file. cake memastikan bahwa setiap jalur mendapatkan bagian yang adil dari bandwidth yang tersedia, mencegah satu jenis lalu lintas memonopoli koneksi.

Yang membedakan cake adalah fitur caching-nya. Bayangkan sebuah gudang di sepanjang jalan raya. Gudang ini menyimpan salinan data yang sering diakses. Saat pengguna meminta data yang sama, cake dapat mengambilnya langsung dari gudang daripada mengunduhnya lagi dari internet. Ini mengurangi latensi dan meningkatkan kecepatan untuk konten yang populer.

FQ Qodel (Fair Queueing dengan Deteksi Overload Qodel):

FQ Qodel juga menggunakan Fair Queueing untuk mendistribusikan bandwidth secara adil di antara berbagai jenis lalu lintas. Namun, alih-alih caching, FQ Qodel berfokus pada manajemen kemacetan yang cerdas.

Bayangkan jalan raya yang sama dengan beberapa jalur. Saat lalu lintas menjadi padat, FQ Qodel menggunakan algoritma Qodel untuk mendeteksi tanda-tanda kemacetan. Algoritma ini memantau panjang antrian dan menjatuhkan paket data secara selektif dari antrian yang paling panjang. Ini mencegah antrian menjadi terlalu panjang, yang dapat menyebabkan latensi tinggi dan paket yang hilang.

Perbedaan Utama:

  • Fokus: cake berfokus pada caching untuk meningkatkan kecepatan konten populer, sementara FQ Qodel berfokus pada manajemen kemacetan untuk mencegah latensi tinggi.

  • Mekanisme: cake menggunakan caching untuk menyimpan data yang sering diakses, sementara FQ Qodel menggunakan algoritma Qodel untuk menjatuhkan paket secara selektif.

  • Manfaat: cake paling bermanfaat untuk jaringan dengan banyak konten populer, sementara FQ Qodel paling bermanfaat untuk jaringan yang rentan terhadap kemacetan.

Kesimpulan:

cake dan FQ Qodel adalah algoritma antrian yang kuat yang dapat meningkatkan kinerja jaringan Mikrotik. cake menawarkan keunggulan caching, sementara FQ Qodel menawarkan manajemen kemacetan yang cerdas. Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan spesifik jaringan Anda. Jika Anda memiliki banyak konten populer, cake mungkin merupakan pilihan yang lebih baik. Jika Anda rentan terhadap kemacetan, FQ Qodel mungkin merupakan pilihan yang lebih baik.




Baca Selengkapnya ....

Perbedan Cake dan fq qodel Pada Mikrotik

Posted by TOPNET NGAWI 0 komentar

 Dalam MikroTik, CAKE dan FQ-CoDel adalah algoritma queue management (AQM/QoS) yang digunakan untuk mengurangi latency (bufferbloat) sekaligus membagi bandwidth secara adil. Keduanya mirip, tetapi ada beberapa perbedaan penting.

AspekCAKEFQ-CoDel
Kemudahan konfigurasiLebih mudah, banyak fitur otomatisLebih sederhana, tetapi beberapa pengaturan perlu dilakukan manual
FairnessSangat baik, termasuk fairness per hostBaik, terutama fairness per flow
Mengatasi bufferbloatSangat efektifSangat efektif
Overhead linkBisa mengompensasi overhead (PPPoE, VLAN, dll.)Tidak memiliki kompensasi overhead bawaan
CPULebih beratLebih ringan
Cocok untukKoneksi internet rumahan, ISP kecil, gaming, VoIPRouter dengan CPU terbatas atau trafik sangat tinggi

Kapan memilih CAKE?

Gunakan CAKE jika:

  • Ingin konfigurasi yang lebih mudah.
  • Mengutamakan latency rendah untuk game, VoIP, dan video call.
  • Menggunakan PPPoE, VLAN, atau teknologi lain yang memiliki overhead.
  • CPU router masih cukup kuat.

Kapan memilih FQ-CoDel?

Gunakan FQ-CoDel jika:

  • Router memiliki CPU yang terbatas.
  • Trafik sangat besar sehingga efisiensi CPU lebih penting.
  • Tidak memerlukan fitur tambahan seperti kompensasi overhead.

Mana yang lebih bagus?

Secara umum:

  • CAKE memberikan kualitas antrean yang lebih baik dan fitur lebih lengkap, tetapi membutuhkan CPU lebih besar.
  • FQ-CoDel lebih ringan dan tetap memberikan peningkatan latency yang signifikan dibanding queue biasa.

Jika router Anda cukup bertenaga (misalnya ARM64 modern seperti RB5009, hAP ax²/ax³, CCR), CAKE sering menjadi pilihan yang lebih baik. Untuk router dengan CPU yang lebih lemah, FQ-CoDel bisa menjadi pilihan yang lebih efisien.

Kalau Anda memberi tahu:

  • tipe router MikroTik (misalnya hAP ac², hAP ax³, RB750Gr3, RB5009, dll.),
  • versi RouterOS (v6 atau v7),
  • dan kecepatan internet Anda (misalnya 100 Mbps, 300 Mbps, 1 Gbps),

saya bisa membantu menentukan mana yang paling cocok beserta contoh konfigurasinya.


Baca Selengkapnya ....

DISPLAY VOLT AMPER DC

Posted by TOPNET NGAWI Minggu, 19 Juli 2026 0 komentar


 


Baca Selengkapnya ....

srcipt mirkotik

Posted by TOPNET NGAWI Jumat, 17 Juli 2026 0 komentar

 https://github.com/alsyundawy/MIKROTIK-SCRIPT/blob/master/Speedtest%20Mangle%20%20layer7%20Mikrotik.txt klik disini


Baca Selengkapnya ....

PERBEDAAN prosesor Intel Core dan Intel Xeon

Posted by TOPNET NGAWI Rabu, 15 Juli 2026 0 komentar




 Perbedaan utama prosesor Intel Core dan Intel Xeon terletak pada tujuan penggunaannya. Intel Core dirancang untuk komputer pribadi (desktop/laptop), sedangkan Intel Xeon dirancang khusus untuk server dan workstation yang membutuhkan keandalan tinggi.

AspekIntel CoreIntel Xeon
Target penggunaanPC, laptop, gaming, multimediaServer, workstation, pusat data
StabilitasBaik untuk penggunaan umumSangat tinggi, dirancang beroperasi 24/7
Dukungan RAM ECCUmumnya tidak mendukung (tergantung model)Mendukung RAM ECC untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan memori
Jumlah coreUmumnya lebih sedikitUmumnya lebih banyak, cocok untuk beban kerja paralel
Multi-socketTidak mendukungBanyak model mendukung penggunaan lebih dari satu CPU dalam satu server
Kapasitas RAMTerbatasMendukung kapasitas RAM yang jauh lebih besar
CacheLebih kecilCache lebih besar untuk meningkatkan performa server
Konsumsi dayaLebih hemat untuk penggunaan harianLebih tinggi, disesuaikan dengan beban kerja berat
HargaLebih terjangkauLebih mahal karena fitur enterprise

Mengapa server lebih banyak menggunakan Intel Xeon?

  1. Mendukung RAM ECC (Error-Correcting Code)
    RAM ECC dapat mendeteksi dan memperbaiki kesalahan data secara otomatis sehingga mengurangi risiko crash dan kerusakan data.
  2. Beroperasi 24 jam tanpa henti
    Xeon dirancang untuk bekerja terus-menerus dalam lingkungan server dengan tingkat keandalan yang tinggi.
  3. Jumlah inti (core) lebih banyak
    Hal ini memungkinkan server menangani banyak pengguna atau proses secara bersamaan, misalnya database, virtualisasi, dan web hosting.
  4. Kapasitas memori besar
    Xeon dapat menggunakan RAM hingga ratusan gigabyte bahkan beberapa terabyte (tergantung generasi dan platform), yang penting untuk aplikasi enterprise.
  5. Mendukung virtualisasi
    Sangat cocok untuk menjalankan banyak mesin virtual menggunakan platform seperti VMware, Hyper-V, atau Proxmox.

Kapan Intel Core cukup digunakan sebagai server?

Intel Core masih dapat digunakan jika server memiliki kebutuhan ringan, misalnya:

  • Server file untuk kantor kecil.
  • Web server dengan jumlah pengguna terbatas.
  • Server pembelajaran atau laboratorium.
  • NAS (Network Attached Storage) sederhana.
  • Server aplikasi skala kecil.

Kapan Intel Xeon lebih tepat?

Intel Xeon lebih sesuai untuk:

  • Database berskala besar.
  • Virtualisasi dengan banyak virtual machine.
  • Cloud server.
  • Web hosting dengan trafik tinggi.
  • Server email perusahaan.
  • Server ERP atau aplikasi bisnis kritis.
  • AI, komputasi ilmiah, dan workstation profesional.

Kesimpulan

  • Intel Core cocok untuk server berskala kecil dengan anggaran terbatas dan beban kerja yang tidak terlalu berat.
  • Intel Xeon merupakan pilihan yang lebih baik untuk server profesional karena menawarkan keandalan tinggi, dukungan RAM ECC, kapasitas memori besar, jumlah core yang lebih banyak, serta kemampuan beroperasi secara stabil selama 24 jam sehari.

Dengan demikian, untuk lingkungan perusahaan atau pusat data yang membutuhkan stabilitas dan ketersediaan tinggi, Intel Xeon umumnya menjadi pilihan utama dibandingkan Intel Core.


Baca Selengkapnya ....

APA OLT ITU

Posted by TOPNET NGAWI 0 komentar

 


OLT (Optical Line Terminal) adalah perangkat keras utama di pusat jaringan penyedia layanan internet (ISP). Berfungsi sebagai titik pusat dalam jaringan fiber optik berbasis PON (Passive Optical Network), OLT mengubah sinyal listrik menjadi sinyal optik (cahaya) dan mendistribusikan koneksi internet ke ratusan hingga ribuan pelanggan 

Berikut adalah komponen dan cara kerja OLT dalam jaringan telekomunikasi yang perlu Anda ketahui:
1. Fungsi Utama OLT
  • Manajemen Pelanggan: Mengontrol dan mengelola perangkat di sisi pelanggan (ONT/ONU).
  • Distribusi Sinyal: Mengirim dan menerima data, suara, dan IPTV dari pusat penyedia layanan ke rumah-rumah.
  • Alokasi Bandwidth: Mengatur kecepatan internet yang diterima oleh setiap pelanggan.
  • Konversi Sinyal: Mengubah data digital menjadi sinyal cahaya untuk dikirim melalui kabel fiber optik, dan sebaliknya.
2. Cara Kerja dalam Jaringan FTTH
OLT bekerja sama dengan komponen lain dalam jaringan fiber optik, seperti:
  • OLT: Berada di kantor pusat ISP dan menjadi sumber jaringan.
  • ODN (Optical Distribution Network): Jaringan kabel dan splitter pasif di jalan yang membagi satu jalur optik dari OLT untuk banyak pelanggan.
  • ONT / ONU: Perangkat penerima yang diletakkan di rumah atau kantor pelanggan. [1, 2, 3, 4, 5]
3. Jenis-Jenis OLT
Berdasarkan skala dan kapasitasnya, perangkat ini dibagi menjadi beberapa jenis:
  • OLT Sasis (Chassis OLT): OLT modular berukuran besar yang memiliki kapasitas sangat tinggi. Biasanya digunakan oleh perusahaan telekomunikasi besar untuk melayani ribuan pelanggan.
  • OLT Pizza Box / Rack-mount: OLT berukuran standar rak (1U) yang lebih ringkas.
  • OLT Compact atau Outdoor: OLT yang dirancang khusus untuk instalasi di luar ruangan (outdoor) pada area perumahan skala kecil



Baca Selengkapnya ....

ISTILAH DALAM JARINGAN

Posted by TOPNET NGAWI 0 komentar


 

Istilah Arti / Catatan Praktis

Access Point Mode/perangkat yang menyediakan jaringan Wi-Fi untuk client. Dipakai pada bab Wireless MikroTik.

Address List Daftar alamat IP yang dapat dipakai di rule firewall agar tidak menulis IP berulang.

Administrative Distance 

Nilai prioritas route. Semakin kecil nilainya, semakin diprioritaskan.Dipakai untuk failover.

ARP Mekanisme IPv4 untuk menemukan alamat MAC dari alamat IP di jaringan lokal.

ASN Autonomous System Number, nomor identitas jaringan dalam BGP. Contoh lab: 65001, 65002.

BGP Border Gateway Protocol, protokol routing antar-AS. Dipakai untuk simulasi Customer–ISP.

Bridge Switch virtual di RouterOS yang menggabungkan beberapa port dalam satu jaringan Layer 2. IP gateway dipasang di bridge, bukan port anggota.

Broadcast Address

Alamat terakhir dalam subnet IPv4. Tidak dipakai sebagai alamat

host biasa.

CHR Cloud Hosted Router, RouterOS untuk mesin virtual. Dipakai di VirtualBox dan GNS3.

CIDR Penulisan prefix jaringan, misalnya /24, /30, /32. Dasar membaca IP dan netmask.

Client Perangkat pengguna yang memakai layanan jaringan. Contoh: VPC GNS3 atau Ubuntu VM 

Connection State Status koneksi pada firewall. Contoh: established, related, invalid, new.

Connection Tracking

Mekanisme router melacak koneksi aktif. Penting untuk NAT dan firewall stateful. 

Cost Nilai biaya jalur pada OSPF. Jalur dengan cost lebih rendah biasanya dipilih.

Default Route Route untuk semua tujuan yang tidak punya route lebih spesifik. Ditulis sebagai 0.0.0.0/0

DHCP Client Fitur untuk menerima IP otomatis dari jaringan lain. Biasanya dipakai di interface WAN.

DHCP Lease Catatan client yang mendapat IP dari DHCP Server. Dicek dengan /ip dhcp-server lease print.

DHCP Server Layanan yang membagikan IP otomatis ke client. Dipakai untuk VPC dan Ubuntu Client.

DNS Sistem penerjemah nama domain menjadi alamat IP. Router bisa menjadi DNS cache untuk client.

DNS Cache Penyimpanan sementara hasil query DNS. Diaktifkan dengan allow-remote-requests=yes.



Baca Selengkapnya ....

CAKE di Mikrotik v7 dan Cara Penggunaannya,

Posted by TOPNET NGAWI Sabtu, 27 Juni 2026 0 komentar

 


CAKE di Mikrotik v7 dan Cara Penggunaannya, Solusi Cerdas Mengatasi Bufferbloat dan Stabilitas Jaringan

Dalam dunia jaringan modern, kestabilan koneksi internet sangat dipengaruhi oleh bagaimana router mengelola antrean data atau queue. Pada MikroTik RouterOS versi 7, hadir salah satu teknologi antrean termutakhir bernama CAKE (Common Applications Kept Enhanced). Fitur ini menjadi terobosan penting untuk mengatasi bufferbloat, meningkatkan pengalaman browsing, menstabilkan ping, serta mengoptimalkan distribusi bandwidth rumah maupun usaha kecil.

CAKE merupakan sistem queuing discipline berbasis Linux yang diintegrasikan langsung ke RouterOS v7. Ia dikembangkan sebagai penerus dari fq_codel, yang sebelumnya terkenal efektif menstabilkan latensi internet. Dengan CAKE, pengguna mendapatkan fitur lebih lengkap, performa lebih baik, serta konfigurasi yang jauh lebih sederhana.


Apa Itu CAKE?

CAKE adalah algoritma antrian cerdas yang bertugas mengatur aliran data secara lebih merata dan efisien. Beberapa keunggulan utama CAKE meliputi:


1. Anti Bufferbloat

Bufferbloat terjadi ketika router menyimpan terlalu banyak data dalam antrean sehingga menyebabkan ping dan latency melonjak. CAKE mengatasi ini dengan membatasi antrean berdasarkan kecepatan internet aktual, sehingga koneksi tetap responsif.


2. Fair-Queueing yang Lebih Adil

CAKE mampu membagi bandwidth secara adil antar perangkat dan jenis trafik. Hal ini sangat berguna di jaringan rumah yang banyak perangkat atau jaringan RT/RW Net.


3. Built-in DiffServ

Mendukung klasifikasi otomatis trafik penting seperti gaming, VoIP, streaming, dan browsing tanpa konfigurasi rumit.


4. NAT Aware

CAKE mampu mendeteksi IP asli pengguna meskipun router menggunakan NAT, sehingga distribusi bandwidth tetap sesuai.


5. Operational Simplicity

Berbeda dengan queue tree atau pcq yang cukup rumit, CAKE dapat berjalan hanya dengan beberapa baris konfigurasi.


Cara Kerja CAKE di MikroTik v7

Ketika CAKE diaktifkan, router akan:

  1. Mengukur kecepatan upload dan download sesuai nilai yang diatur.

  2. Menyebarkan bandwidth ke setiap koneksi aktif secara merata.

  3. Menganalisis jenis trafik tertentu untuk memberikan prioritas otomatis.

  4. Mengurangi antrean berlebih untuk menjaga ping tetap stabil.

  5. Mengidentifikasi perangkat berdasarkan IP asli meski menggunakan NAT.

Hasilnya adalah koneksi internet lebih mulus, ping game stabil, video call tidak tersendat, dan aktivitas download tidak mengganggu perangkat lain.


Cara Mengaktifkan CAKE di MikroTik v7

Ada dua metode: melalui Winbox (GUI) dan Terminal (CLI).


A. Mengaktifkan CAKE via Winbox

  1. Buka Queues → Queue Types

  2. Klik Add (+)

  3. Pilih CAKE sebagai tipe antrean

  4. Atur parameter:

    • Bandwidth Limit Upload (sesuaikan ISP, misal 20Mbps)

    • Bandwidth Limit Download (misal 100Mbps)

    • Cake Modediffserv4 atau diffserv3

    • Nat Aware: ON

    • Wash: Opsional

  5. Simpan.

    1. Masuk ke Queues → Simple Queues, tambahkan queue baru:

      • Target: 0.0.0.0/0 (atau per IP sesuai kebutuhan)

      • Queue Type: pilih CAKE untuk upload & download

    Setelah aktif, ping akan turun drastis dan koneksi terasa lebih ringan.




sumber : https://www.bodi.web.id/2025/11/cake-di-mikrotik-v7-dan-cara.html

Baca Selengkapnya ....
Buat Email | Copyright of TOPNET NGAWI.